Gangguan Kepribadian Skizotipal

skizotipalGangguan kepribadian skizotipal adalah gangguan kepribadian di mana seseorang mengisolasi diri dari orang lain. Individu yang menderita gangguan ini akan menunjukkan perilaku menyimpang dan memiliki pandangan yang tidak konvensional.

Gangguan kepribadian skizotipal juga mirip pada skizofrenia. Selain itu, gangguan tersebut juga terkait secara genetik. Ini berarti bahwa anggota keluarga seseorang dengan riwayat skizofrenia lebih sering mengalami gangguan kepribadian skizotipal.

Ciri khas paling penting dari gangguan kepribadian skizotipal adalah pikiran menyimpang yang dimiliki seseorang dengan gangguan ini. Perbincangan dengan mereka seringkali berantakan atau sulit untuk kita dengarkan. Mereka juga membutuhkan waktu yang lama dan seringkali mempunyai sudut pandang aneh.

Seseorang dengan gangguan kepribadian skizotipal selalu merasa cemas. Orang ini selalu curiga dan hampir selalu merasa tidak nyaman di tempat lain. Oleh karena itu sangat sulit bagi seseorang dengan gangguan ini untuk mempertahankan diri dengan orang lain di lingkungan mereka.

Kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian skizotipal tidak hanya berpikir secara berbeda, tetapi mereka juga mengalami dan merasakan bermacam hal dengan berbeda. Terkadang sulit bagi orang lain untuk memahami individu dengan gangguan kepribadian skizotipal, baik karena percakapan yang berbeda maupun karena isi dari yang diceritakan. Orang dengan gangguan kepribadian skizotipal umumnya tidak merasa dipahami dengan baik oleh orang lain dan sering memiliki sedikit teman.

Orang-orang dengan kepribadian skizotip sering tampak berperilaku berbeda dalam lingkungan mereka. Itulah sebabnya banyak orang menganggap bahwa individu dengan gangguan ini sebagai orang aneh. Sebagai contoh, orang lain akan mengetahui bahwa orang-orang dengan kelainan ini memiliki ide atau kepercayaan aneh atau bahwa mereka berpakaian secara berbeda. Apa yang mereka pakai sebagai penampilan juga sering menyimpang dari norma. Atas dasar itu, mereka sering dianggap nyentrik. Perilaku seseorang dengan gangguan ini juga bisa terlihat dingin, tidak berperasaan, dan tidak tertarik.

Seseorang dengan gangguan kepribadian skizotipal memiliki sedikit kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka kerap tidak suka ketika melihat orang lain mendekat mereka. Kondisi ini mengarah pada gejala kecurigaan, penolakan, dan kecemasan.

Oleh karena sangat sulit menjalin hubungan dengan orang-orang ini, maka lebih dari setengah populasi dengan gangguan kepribadian skizotipal tidak menikah. Selain itu, banyak orang dengan gangguan ini tidak dapat bekerja. Mereka sering merasa sangat muram sehingga penyalahgunaan alkohol dan narkoba juga relatif terjadi.

Karakteristik gangguan kepribadian skizotipal

  • Memiliki pemikiran dan kepercayaan aneh dan karenanya berperilaku aneh.
  • Melihat sesuatu secara berbeda dari orang lain.
  • Berpikir dan berbicara dengan cara khusus. Misalnya, banyak yang diceritakan secara bergantian.
  • Sangat bercuriga dan tidak mempercayai siapapun.
  • Sering bertingkah aneh atau terlihat aneh.
  • Tidak memiliki teman baik di luar keluarganya sebagai lingkungan terdekat.
  • Merasa tidak nyaman dengan orang lain.
  • Sangat merasa cemas jika kontak dengan orang lain. Ini karena individu tidak mempercayai orang lain.

Perawatan gangguan kepribadian schizotypal

Seseorang dengan gangguan kepribadian schizotypal tidak dapat mencari bantuan dengan cepat karena rasa tidak percaya yang diderita. Namun, jika mereka ingin melakukan perawatan, maka psikoterapi menjadi langkah yang tepat. Selain itu, obat antipsikotik juga dapat membantu mengurangi kecurigaan dan keyakinan yang aneh.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *