Gangguan Spektrum Autisme

anak autis
Autism adalah gangguan yang dapat memiliki konsekuensi besar. Ini mempengaruhi anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa dalam fungsi sehari-hari mereka ke tingkat yang lebih besar atau lebih kecil.

Nama kolektif untuk semua jenis gangguan perkembangan yang berbeda adalah gangguan spektrum autisme. Ini melibatkan gangguan dalam pemrosesan informasi di otak. Ini berarti bahwa individu dengan autisme kurang mampu melakukan kontak sosial, komunikasi lebih sulit. Hal-hal yang dikatakan seringkali ditafsirkan secara salah atau diikuti oleh tanggapan yang salah.

Seseorang dengan autisme memiliki pola perilaku yang berulang. Minat dan kegiatan mereka dapat difokuskan pada satu topik atau sejumlah topik yang sangat terbatas. Mereka tidak tertarik pada hal-hal lain. Orang dengan autisme seringkali merasa lebih sensitif atau bahkan kurang sensitif terhadap rangsangan tertentu, seperti rasa sakit atau suara. Setiap orang akan mempunyai ciri khas yang berbeda karena pemrosesan informasi yang terganggu untuk setiap penderita dengan autisme. Fase kehidupan di mana seseorang menemukan diri mereka juga berperan dalam hal ini. Anak laki-laki lebih sering berhadapan dengan autisme daripada anak perempuan.

Biasanya, anak yang dilahirkan dengan autisme tidak bisa disembuhkan. Ini karena autisme berperan seumur hidup. Seberapa besar peran itu akan berbeda pada tiap individu. Sementara itu, tahap kehidupan juga menentukan seberapa besar pengaruh autisme. Walau bagaimanapun, perawatan tertentu dapat mengurangi gejala autisme.

Berbagai jenis autisme juga masing-masing memiliki dampaknya sendiri. Beberapa orang dengan autisme melakukan sedikit kontak dengan orang lain. Sementara yang lain, justru mencari kontak dengan orang lain. Ini terjadi sedemikian rupa sehingga orang lain mengalaminya sebagai keanehan. Autisme dapat terjadi dalam berbagai tingkat keparahan. Ini tergantung sejauh mana karakteristik autisme terjadi pada seseorang.

loading...

Penyebab autisme

Penyebab pasti autisme masih belum diketahui. Namun, ada berbagai faktor yang menyebabkan resiko seseorang menderitanya. Faktor keturunan merupakan satu penyebab yang dapat berperan. Berat badan randah saat lahir juga dikenal sebagai faktor penyebab.

Ciri autisme

Setiap bentuk autisme memiliki gejala dan karakteristiknya sendiri. Ada sekitar tiga sub area yang muncul dalam setiap bentuk autisme. Namun, sejauh mana ini terjadi berbeda. Ini berarti bahwa seseorang dengan autisme menunjukkan perilaku yang berbeda.

Karakteristik autisme adalah semua tentang perilaku. Ini bertentangan dengan apa yang dipikirkan banyak orang. Karakteristik atau gejala autisme berbeda untuk semua orang dengan autisme. Itu tergantung pada saat dan situasi. Akibatnya, reaksi orang dengan autisme terhadap situasi yang sama bisa sangat berbeda. Namun, gejala-gejala autisme dapat dipecah menjadi 3 area dengan setiap bentuk autisme.

Gangguan kontak

Individu akan kesulitan dengan kontak sosial. Misalnya, sulit menjalin pertemanan, cara melakukan kontak dengan orang lain sangat berbeda. Penderita autisme juga menaruh sedikit perhatian terhadap orang lain. Selain itu, penderita juga jarang melakukan kontak mata. Penderita juga tidak bisa berbagi kesenangan dengan orang lain.

Gangguan komunikasi

Biasanya penderita mengalami keterlambatan perkembangan bahasa. Misalnya, anak baru bisa bicara hingga usia 3 tahun. Seorang autis juga mengalami gangguan dalam bahasa.
Misalnya, berbicara terlalu keras, berbicara dengan monoton, secara harfiah mengulangi kata-kata.

Perilaku lain

Individu berpegang teguh pada kebiasaan dan rutinitasnya sendiri. Ini menyebabkan masalah perilaku, seperti serangan panik atau ledakan kemarahan. Penderita juga hipersensitif atau sama sekali tidak sensitif terhadap rasa sakit, panas dan dingin dan suara.


Jika anda memiliki autisme, anda mengalami dunia dengan cara yang sangat berbeda. Ini disebabkan karena cara otak anda memproses informasi berbeda dari orang tanpa autisme. Autisme menyulitkan individu untuk mengatur informasi dan memprosesnya menjadi keseluruhan yang koheren.

Otak tidak dapat memproses informasi dengan benar, dan itu menyebabkan masalah bagi orang yang bersangkutan. Gangguan dalam pemrosesan informasi di otak ini menyebabkan hal itu.

Autisme tidak mudah untuk ditentukan seorang psikolog dan juga psikiater. Ini memerlukan penelitian yang luas, yang secara alami memperhitungkan karakteristik autisme. Tidak mudah mendiagnosis autisme. Dengan demikian, perhatian secara alami akan diberikan pada gejala autisme. Orang tua, keluarga, dan teman-teman juga akan terlibat dalam diagnosis melalui percakapan.


One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code