Menu Close

Penularan Emosional: Emosi yang Menular

penularan emosionalPaparan ekspresi emosional dari kontak sosial dapat mempengaruhi kondisi emosi seseorang. Ini berarti bahwa suasana hati dapat menyebar dari orang ke orang, termasuk melalui interaksi online, melalui proses yang disebut penularan emosional.

Pernahkah anda melihat orang menguap dan akhirnya anda ikut menguap, meski tidak mengantuk? Ini karena otak saling terhubung melalui jaringan saraf yang disebut cermin neuron. Ini memungkinkan kita untuk meniru gerak tubuh, ekspresi wajah, emosi dan empati, yang membantu kita mengenali orang lain. Orang-orang dengan kelainan spektrum autisme, bahkan skizofrenia atau dengan gangguan kepribadian antisosial tidak menunjukkan kapasitas empati ini. Namun, hal ini sangat umum pada orang lain, meski pada tingkat yang berbeda.

Emosi memodifikasi tanggapan biologis dan mengaktifkan area otak yang lain. Skala penularan emosional menurut William Doherty menyajikan parameter psikometrik untuk pengukurannya. Setiap orang memiliki tingkat kerentanan emosional yang berbeda. Pada beberapa orang tampaknya banyak hal yang terjadi di sekitar mereka tidak begitu mengganggu. Sedangkan bagi orang lain dapat sangat terpengaruh oleh sesuatu yang nampak sederhana, ini adalah orang yang sangat sensitif. Telah diamati bahwa penularan emosi bervariasi sesuai dengan jenis kelamin subjek, bahkan wanita lebih rentan terhadapnya.

Seringkali orang-orang cenderung menyerupai subjek dengan siapa mereka hidup, tidak selalu dalam hal fitur fisik, tetapi dalam gerakan mereka, karena ada kecenderungan alami untuk saling meniru. Bahkan dalam ekspresi wajah, kita akan menemukan beberapa kemiripan dalam anggota keluarga.

Reaksi terhadap orang lain

Secara umum, bagaimana cara anda bereaksi terhadap situasi yang berbeda? Bagaimana anda menunjukkan kepada orang lain bahwa anda tidak setuju dengan mereka tanpa menyerang? Banyak orang mungkin melupakan hal-hal yang telah anda sampaikan. Meskipun mereka penting, mereka dapat dengan mudah melupakan bahkan hal-hal yang anda lakukan untuk mereka. Tetapi lebih sulit bagi mereka untuk melupakan bagaimana anda membuat mereka untuk merasakan. Oleh sebab itu, anda perlu menjaga aspek ini untuk membuat hubungan yang sehat.

Penularan emosi dalam keseharian

Lingkungan kerja sangat penting karena kita menghabiskan berjam-jam seminggu di dalamnya. Seorang pemimpin yang baik memahami bahwa kesejahteraan emosional dan kesehatan organisasi terkait erat. Namun, tidak semua bos mempunyai pemikiran ini. Bos yang otoriter terus-menerus dapat mempengaruhi lingkungan kerja dan juga hasilnya.

Apakah anda menunjukkan toleransi dan rasa hormat kepada orang lain, bahkan jika mereka memiliki pendapat atau kemampuan yang berbeda? Bagaimana anda memperlakukan orang yang bertentangan dengan anda? Berlatih kecerdasan emosional dapat membuat anda menjadi lebih baik, tidak hanya hubungan interpersonal anda atau dengan orang lain, tetapi membantu untuk meningkatkan hubungan intrapersonal.

Pengelolaan emosi yang baik akan membantu anda berfungsi dengan cara yang lebih baik di rumah, lingkungan kerja, dengan pasangan, teman, di sekolah dan di tempat-tempat lain. Ini memberi anda lebih banyak peluang dan tidak menutup pintu.

Strategi untuk tidak terbawa oleh emosi

Jangan terlalu memperhatikan komentar yang tidak membangun. Terkadang, ini seringkali justru berkaitan dengan apa yang orang lain proyeksikan. Memang benar bahwa anda tidak dapat memilih keadaan yang disajikan dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak dapat memilih, tetapi anda dapat memodifikasi cara anda menanggapi hal ini dengan cara yang lebih cerdas dan adaptif.

Ketika kita merasa stres atau memiliki emosi seperti kesedihan, kemarahan, dan ketakutan, respon tubuh akan berubah. Oleh sebab ini maka dianjurkan untuk bernapas panjang dan dalam. Cara ini bisa menjadi cara yang baik karena anda tidak harus menarik diri dari lingkungan yang tidak dapat anda hindari. Dengan tidak menimbulkan emosi negatif, anda dapat menggunakan proses kognitif dengan lebih mudah, yang membantu anda mencapai solusi yang lebih efektif. Di sisi lain, regulasi emosional yang buruk adalah kelemahan serius untuk pengembangan ikatan sosial yang sehat.

Stres menular

Banyak emosi dan cara merespon dari otak. Sistem limbik bisa lebih cepat daripada sistem kognitif. Ketika otak merespon dengan aktif situasi yang penuh tekanan, serangkaian zat seperti epinefrin, adrenalin, dan kortisol akan diproduksi, yang mengaktifkan tubuh untuk menghadapi serangan. Pada saatnya, ini memungkinkan tubuh untuk memberikan jawaban.

Lingkungan stres dalam kelompok dapat memengaruhi kadar kortisol, menjadikannya kian meningkat. Sebagai contoh, stres yang dirasakan oleh guru di kelas sering terkait dengan tingkat stres yang dialami oleh siswanya.

Dalam masyarakat, kita akan menemukan program dan berbagai media konten audiovisual yang dapat menghasilkan tekanan empatik. Ini adalah fenomena yang harus diperhitungkan untuk menjaga kesehatan kita.

Stres adalah ancaman utama bagi kesehatan dalam masyarakat kontemporer. Ini adalah penyebab dari serangkaian masalah psikologis seperti kelelahan, insomnia, gangguan kecemasan, depresi, dsb. Stres mempengaruhi organisme dengan cara yang dapat diukur secara fisiologis. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan meningkatkan konsentrasi hormon stres, yakni kortisol.

Penularan emosi viral

Jutaan orang setiap hari menggunakan berbagai jejaring sosial sebagai alat komunikasi. Emosi dan komunikasi akan diekspresikan dalam media ini dan dapat mempengaruhi emosi orang lain. Beberapa dapat orang lebih rentan terhadap pengaruh emosional daripada yang lain.

Hiperkonektivitas dapat membuat masa relaksasi kita berubah. Banyak orang tidak bersantai dengan cara lain, namun justru cenderung mengambil perangkat elektronik dan mencoba untuk mengejar ketinggalan agar melek internet. Namun, jika apa yang kita lihat adalah sesuatu hal atau berita yang tidak menyenangkan dan dapat menginfeksi kita dengan emosi, ini akan menghasilkan reaksi fisiologis dalam tubuh kita. Jika ini adalah pesan atau berita yang dapat menyebabkan kita stres, maka serangkaian reaksi biokimia memaksa tubuh untuk bekerja lebih banyak.

Siapa pun yang menghadapi penderitaan dan tekanan orang lain, terutama jika itu dipertahankan, ini menyebabkan dampak resiko lebih besar. Oleh karena itu, orang yang bekerja terus-menerus merawat seseorang yang menderita stres kronis juga memiliki resiko lebih besar menderita konsekuensi yang berpotensi membahayakan kesehatan. Ini yang disebut dengan stres empatik.

Kesimpulan

Setiap hari kita berhubungan dengan situasi yang tidak menyenangkan. Terkadang ada pula orang yang terus-menerus mentransmisikan emosi seperti kemarahan, ketakutan dan kecemasan. Jika kita tidak cukup kebal terhadapnya, maka kita dapat terinfeksi emosi dan stres, pada akhirnya merusak kesehatan. Setidaknya anda dapat mengubah perhatian dan menggunakan strategi yang lebih efektif untuk mengelola emosi, selain mencoba untuk berintegrasi dengan orang lain.

Related Posts

1 Comment

  1. Psikologi Mimpi

    Penularan Emosional: Emosi yang Menular

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *