Menu Close

Kecerdasan Musikal

kecerdasan musikal

Hampir semua orang menyukai musik. Musik tidak terkait pada budaya, usia, atau jenis kelamin, namun ini universal. Musik dapat membuat orang menjadi ingin menari, untuk berkonsentrasi, suasana jatuh cinta, bersukacita, bahkan juga membuat kita sedih. Berdasarkan teori kecerdasan ganda Howard Gardner, beberapa orang mempunyai kecerdasan musikal yang lebih besar dari yang lain.

Kita semua mungkin pernah mempunyai teman yang sangat pandai memainkan alat musik. Hal yang paling aneh dari teman-teman ini adalah bahwa mereka telah belajar sendiri atau mungkin pernah mengikuti kursus. Namun, ada pula musisi otodidak yang sama sekali tidak pernah menerima pendidikan musik meski akhirnya terkenal.

Apa itu kecerdasan musikal?

Kecerdasan musik dapat diartikan sebagai keterampilan yang berkaitan dengan persepsi, transformasi, dan ekspresi musik. Setiap kali kita memikirkan tentang suara, ritme, dan melodi, kita memanfaatkan kecerdasan seperti ini. Jenis kecerdasan ini juga memungkinkan kita untuk mengekspresikan perasaan dan emosi tanpa kata-kata, hanya dengan lewat suara dan nada.

Tanda-tanda pertama musikal dimulai sejak zaman prasejarah melalui lukisan-lukisan di gua dan penemuan ritus dimana musik menjadi bagian. Musik dapat berasal dari alam seperti dari suara alam itu sendiri, dan unsur-unsur yang berfungsi untuk menghasilkan suara.

Awal abad ke-20, musik telah berkembang menjadi beragam. Banyak gerakan baru muncul, seperti mikrotonalisme, impresionisme, neoklasikisme, musik elektronik, dan semua genre musik yang kita kenal saat ini.

Ulasan tentang musik ini memungkinkan kita untuk mengamati bahwa musik bukanlah elemen statis, melainkan seni dalam gerakan. Bentuk musik dapat bervariasi tetapi tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan melalui ritme atau melodi.

Tahap individu mengenal musik

  1. Bulan pertama bayi sejak kelahirannya mulai mendengar suara manusia, terutama suara para ibu. Inilah mengapa banyak orang tua disarankan menyanyikan lagu yang harmonis.
  2. 6-24 bulan mulai mengakitkan lagu dengan gerakan tertentu dan membedakan nada.
  3. Pada usia 2 tahun, anak mulai dapat mengulangi bait lagu pendek dan bereaksi terhadap irama musik.
  4. Usia 3 tahun, secara bertahap mulai mengeksplorasi durasi, intensitas, dan merasakan kenikmatan dengan suara.
  5. Usia 4 tahun, membedakan suara dari alat musik yang berbeda.
  6. Usia 5 tahun terdapat peningkatan keterampilan koordinasi. Musik mulai menjadi media yang ideal untuk mengetahui, belajar, dan mengekspresikan.
  7. Usia 6 tahun, sedikit demi sedikit mempunyai kreativitas bermain musik.
  8. 6-9 tahun mulai menggunakan musik untuk berkomunikasi, menafsirkan, dan kreasi suara.
  9. 10-11 tahun, perkembangan musik mulai stabil.

Subjek dengan kecerdasan musikal

Sejak kecil, orang-orang yang unggul dalam kecerdasan musikal sering tertarik pada semua jenis melodi dan suara alam. Pembelajaran pada tingkat umum jauh lebih kuat jika mereka beradaptasi dengan ritme, melodi atau mendengarkan musik. Orang-orang ini sangat kreatif dan menciptakan lagu sendiri. Jenis kecerdasan ini dapat memanifestasikan dirinya sebelum menerima segala jenis pendidikan musik.

Faktor penting yang menarik banyak perhatian adalah kemajuan yang dibuat subjek saat menerima pendidikan musik. Ini adalah bukti yang jelas bahwa bahwa secara biologis, individu telah siap untuk musik. Contoh lain dari kecerdasan musikal adalah anak-anak autis dengan kesulitan berbicara dapat memainkan alat musik dengan cara yang luar biasa.

Karakteristik lain dari orang-orang dengan kecerdasan musikal tinggi adalah mereka yang mampu mendengarkan melodi dan mereproduksinya tanpa kesulitan yang berlebihan. Dengan cara yang sama, mereka juga dapat membuat konsep makna melodi dan menggabungkan unsur-unsurnya dengan bentuk-bentuk musik baru.

Melatih kecerdasan musikal

Walau kita mempunyai kecerdasan emosional yang kuat, pemberdayaan dan pengembangan begitu penting. Meski sebenarnya tidak berguna untuk menikmati kapasitas ini jika lingkungan kita tidak merangsang kita dan tidak mendorongnya. Kita bisa siap menjadi seorang pianis, tetapi jika kita tidak pernah memiliki kesempatan untuk memainkannya, kita tidak akan pernah mengeksploitasi kemampuan ini.

Ketika kita mengeksploitasi aspek ini, kita bisa memperoleh keterampilan yang sangat tinggi. Kita bisa menggabungkan irama, suara, melodi, instrumen dengan mudah.

Sementara bagi beberapa orang, ini mungkin merupakan hal yang sangat menakutkan untuk membuat lagu. Musisi terkenal seperti John Lennon dan Paul McCartney tidak pernah menempuh pendidikan musik dengan baik tapi dapat membuat lagu yang sukses hanya dalam beberapa hari. Kita bisa melihat bagaimana beberapa orang mempunyai kecerdasan musik yang tinggi. Namun, di sisi lain seperti bidang olahraga, mereka tidak bisa sukses. Setiap orang mempunyai bakar tersendiri karena memiliki kecerdasan yang tidak sama.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *