Menu Close

Kecerdasan Kinestetik Jasmani

kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan Kinestetik – Setiap orang pasti pernah mempunyai teman yang pandai menari. Ada orang-orang yang ketika mendengar musik mempunyai kemampuan untuk bergaul dengan ritme dan menciptakan koreografi mereka sendiri. Mereka juga sangat pandai mempelajari berbagai jenis tarian dan irama.

Menari telah menjadi sesuatu yang mendasar sepanjang sejarah manusia. Melalui tarian, cara ini telah mengungkapkan perasaan dan emosi. Tarian juga digunakan untuk merayakan kelahiran, pernikahan, kematian, dsb.

Menari tidak hanya menggerakkan tubuh dan membutuhkan koordinasi dan ritme. Banyak orang yang menikmati tarian memastikan bahwa waktu berlalu dan mendefinisikan pengalaman sebagai sesuatu yang terbang bersama dengan musik. Apa yang ada di balik kecerdasan semacam ini?

Kecerdasan kinestetik

Kecerdasan kinestetik jasmani dapat diartikan sebagai seni dari gerakan dan ekspresi melalui tubuh. Melalui tubuh, kita mengucapkan pikiran, perasaan, dan emosi melalui bermacam gerakan. Gerakan-gerakan ini berdasarkan pada keterampilan yang berbeda seperti koordinasi, kekuatan, keseimbangan, ketangkasan dan kecepatan.

Alat yang tercipta dengan tangan juga merupakan contoh dari jenis kecerdasan ini. Pada awalnya ini adalah tentang bertahan hidup. Dengan berlalunya waktu, alat-alat semakin canggih, sehingga menunjukkan tahap evolusi.

Walau begitu, ini tidak hanya berfokus pada menari untuk mengekspresikan emosi dengan tubuh, terkait pada jenis kecerdasan ini. Ini juga mencakup bidang olahraga atau keterampilan menciptakan produk baru atau untuk mengelola alat dengan keterampilan.

Gerakan ini dapat dilatih untuk meningkatkan koordinasi, presisi, kelincahan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh. Kecerdasan dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Jika kita berlatih dan berusaha, sedikit demi sedikit kita akan dapat menggapai penyatuan pikiran dan tubuh, yang akan memungkinkan kita untuk melakukan berbagai pembelajaran dan kegiatan.

Tahapan kecerdasan kinestetik

  1. Pada usia 4 bulan, bayi akan mulai bermain apapun itu.
  2. Usia 6 bulan, bayi mulai belajar untuk merangkak atau duduk.
  3. 9 bulan bayi mulai belajar berdiri.
  4. Pada usia 12-14 bulan, mereka mulai berjalan dan menelusuri.
  5. 18 bulan mulai menjaga keseimbangan.
  6. 20-25 bulan mampu mengumpulkan dan mengangkat benda.
  7. 2 tahun dapat mulai berlatih olahraga sederhana.
  8. 2 tahun setengah mulai suka mendengarkan dan menciptakan cerita. Anak berhasil mempertahankan perhatian untuk jangka waktu yang lebih lama.
  9. 3-5 tahun mulai berpakaian sendiri.
  10. 5-6 tahun menyukai latihan fisik dan menguji keterampilan.
  11. 6-12 tahun mulailah condong ke arah aktivitas fisik yang paling disukai.

Kecerdasan kinestetik neurologis

Struktur yang terkait dengan jenis kecerdasan ini adalah otak kecil. Hal ini terkait dengan koordinasi aktivitas otot dan keseimbangan. Struktur ini menerima informasi secara konstan untuk mengoordinasikan kegiatan dengan benar.

Korteks motorik bertanggung jawab atas berfungsinya motorik anggota gerak dan organ motorik lainnya. Ini memproses perencanaan, serta kontrol dan pelaksanaan fungsi motorik. Pusat kontrol gerakan terletak di korteks motorik dan setiap belahan mengontrol pergerakan tubuh dari sisi yang berlawanan.

Karakteristik

Anak-anak yang unggul dalam kecerdasan kinestetik mampu menciptakan dan mengekspresikan apa yang mereka rasakan melalui tubuh mereka. Mereka bergerak dan memproses informasi melalui sensasi yang mereka terima secara fisik.

Mereka suka melompat, berlari, berolahraga, menari, dsb. Mereka biasanya menggerakkan tangan ketika berbicara dan bergerak dengan gelisah. Dalam permainan olahraga, biasanya mereka menunjukkan koordinasi yang baik. Mereka menonjol dalam kekuatan, kecepatan, fleksibilitas, koordinasi mata-tangan dan keseimbangan.

Beberapa profesi yang berkaitan dengan kecerdasan kinestetik jasmani adalah penari, seniman, atlet, ahli bedah, penjahit, aktor, instrumentalis, ahli mesin, tukang kayu dan koreografer.

Jika mereka belajar melalui sentuhan, pembelajaran ini dapat ditingkatkan dan mereka menciptakan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Dengan cara yang sama, mereka lebih mengingat pengalaman yang mereka ikuti daripada mereka yang hanya menjadi pengamat. Mereka adalah peserta aktif pembelajaran dan bukan penerima informasi pasif.

Related Posts

1 Comment

  1. Psikologi Mimpi

    Kecerdasan kinestetik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *