Menu Close

Kecerdasan Linguistik

kecerdasan linguistikKecerdasan linguistik – Di antara berbagai jenis kecerdasan, kita dapat menemukan bahwa masing-masing mempunyai karakteristik khusus. Menurut Gardner, kita semua berbakat dengan itu. Namun, sebagian dari kita mengembangkan lebih dari satu.

Daftar Isi

Kecerdasan linguistik

Menurut Gardner, kecerdasan linguistik adalah kapasitas yang terlibat dalam bahasa lisan dan tulisan atau kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan atau tertulis. Ini menyiratkan pada pengetahuan semantik dan sintaksis yang memadai. Pada saat yang sama juga memiliki kepekaan dalam penggunaan bahasa, konotasi linguistik.

Pengembangan kecerdasan linguistik

Perkembangan kecerdasan jenis ini dapat dilihat pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi melalui suara mereka. Dalam dua tahun pertama si anak, sedikit demi sedikit akan menyerap semua aspek bahasa yang didengarnya dari hari ke hari. Dengan cara ini, kata-kata berakar dalam ingatannya dan ia mampu membentuk kalimat-kalimat kecil.

Antara usia tiga sampai lima tahun, anak telah mampu mentransfer pikirannya ke lingkungannya melalui bahasa lisan. Meski begitu, gerakan dan ekspresi wajah akan sangat membantu dalam komunikasi. Terlepas dari evolusi yang cepat dalam komunikasi, anak belum mengembangkan kosakata, belajar kata kerja atau belajar membaca dan menulis.

Anak-anak yang unggul dalam jenis kecerdasan ini dapat diidentifikasi dengan kecintaan mereka pada membaca, menulis, atau bercerita. Mereka cenderung menjadi pecinta segala sesuatu yang melibatkan bahasa, baik tertulis maupun lisan.

Sistem bahasa menggunakan kedua belahan otak. Namun, pusatnya ditemukan di lobus temporal dan di lobus frontal hemisfer kiri. Di belahan ini, kita menemukan daerah broca dan daerah wernicke. Area broca terletak di bagian bawah lobus frontal kiri dan mengontrol fungsi-fungsi tingkat motorik yang berkaitan dengan ucapan. Fungsi utamanya adalah memproses bahasa, produksi bicara, dan kontrol neuron wajah.

Area wernicke terletak di bagian posterior lobus temporal. Wilayah otak ini berisi neuron motorik yang bertanggung jawab untuk memahami bahasa. Fungsi utama area Wernicke adalah untuk penafsiran bahasa, pengenalan bahasa, pemahaman bahasa, dan pemrosesan semantik.

Area broca diperlukan untuk berfungsinya pemrosesan bahasa dengan benar. Pada saat yang sama, ini juga menyoroti struktur yang terletak di lobus parietal. Ini adalah area otak yang terlibat dalam penggunaan berbagai jenis informasi sensorik untuk memahami bahasa.

Karakteristik kecerdasan linguistik

Individu yang mempunyai kecerdasan linguistik yang tinggi akan sangat menonjol di bidang-bidang seperti membaca dan menulis. Ekspresi pikiran melalui kata-kata adalah salah satu kekuatan orang-orang ini. Selain itu, bercerita atau ceramah juga sangat menonjol di antara kekuatan mereka. Karena semua alasan ini, mereka cenderung menjadi pecinta yang hebat dalam membaca, menulis, dan bercerita.

Perdebatan sebagai metode pembelajaran biasanya merupakan cara ideal untuk memperoleh pengetahuan. Membaca juga menonjol di antara materi pembelajaran. Segala sesuatu yang ada hubungannya dengan ekspresi bahasa, akan menjadi poin yang mendukung jenis orang ini. Mereka juga menonjol karena ingatan mereka untuk mengingat acara, tanggal dan data.

Related Posts

1 Comment

  1. Psikologi Mimpi

    Kecerdasan Linguistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *