Ungkapan Emosi Dalam Budaya Berbeda

emosi budayaEmosi memberikan peran penting dalam hidup setiap orang sehari-hari. Setiap hari, kita semua melihat bermacam penampakan emosi, baik emosi orang lain maupun milik orang lain. Interpretasi mengenai sinyal ini bertujuan untuk menentukan bagaimana menanggapi dan menghadapi pengalaman emosional kita sendiri. Hal ini adalah sesuatu yang sebenarnya cukup rumit.

Psikologi emosi

Emosi merupakan unsur penting dalam psikologi dan para pakar telah berkontribusi banyak untuk menyelidiki dampak emosi dan teori tentang cara dan mengapa emosi diciptakan. Para ahli telah banyak belajar mengenai ekspresi emosi aktual pada beberapa waktu.

Kita mengungkapkan emosi dalam sejumlah cara yang tidak sama, meliputi komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Bahasa tubuh seperti postur membungkuk atau kaki menyilang dapat dipakai untuk mengirim sinyal emosi yang berbeda. Meskiun, salah satu cara paling penting untuk meluapkan emosi adalah dengan ekspresi wajah.

Ekspresi emosi universal

Ciri bahasa tubuh dan gerakan tubuh kandang-kadang mempunyai arti yang berbeda. Ini dapat disesuaikan pada budaya yang juga berbeda. Setiap daerah akan mempunyai cara sendiri-sendiri. Ekspresi emosional orang-orang dari negara dan pengaruh budaya terungkap dengan cara yang berbeda.

Naturalis terkenal Charles Darwin pada bukunya tahun 1872, The Expression of Emotions in Man and Animals, mengatakan bahwa ekspresi emosi manusia adalah bawaan dan universal di seluruh budaya. Meski peneliti dan pakar emosi Paul Ekman telah menyatakan bahwa pada banyak kasus, ekspresi wajah yang dipakai untuk mengungkapkan emosi dasar cenderung dihasilkan oleh budaya asal. Dia juga menemukan bahwa wajah manusia dapat menciptakan ragam ekspresi yang luar biasa, meski ada 6 emosi dasar yang utama, antara lain sbb:

  1. Bahagia
  2. Terkejut
  3. Sedih
  4. Kesal
  5. Jijik
  6. Takut

Para ahli telah menunjukkan dengan foto-foto ekspresi dari tiap emosi ini ke bermacam budaya dan dari orang-orang di sudut dunia. Ini telah mampu mengenali emosi-emosi dasar di balik ekspresi-ekspresi tersebut. Paul Eckman meyakini bahwa inilah yang merupakan emosi dasar bawaan.

Variasi budaya dalam ekspresi emosional

Selain hal di atas, ada perbedaan budaya yang mempengaruhi cara untuk mengungkapkan emosi. Pada sebuah percobaan yang dilakukan, para peneliti mencermati peserta dari Jepang dan Amerika. Mereka menyaksikan film dan gambar dari muatan seperti amputasi dan operasi yang menakutkan. Orang-orang dari kedua latar belakang yang berbeda ini menunjukkan ekspresi wajah yang sama dan merasa jijik dan takut pada video berdarah.

Hal yang menarik, ketika seorang ilmuwan datang di ruangan itu, para peserta Jepang menutupi perasaan mereka dan mempertahankan ekspresi wajah tetap netral. Ini yang menjadi pertanyaan. Dalam budaya Jepang, untuk mengungkapkan emosi negatif di depan sosok otoritas, ternyata hal ini diyakini sebagai sesuatu yang menyerang. Peserta dari Jepang menyembunyikan ekspresi wajah dan melaksanakan aturan visualisasi selaras dengan budaya mereka.

Keahlian untuk mengekspresikan dan menafsirkan emosi merupakan unsur penting dari kehidupan individu setiap hari. Selain ekspresi emosi adalah bawaan dan sering ditemui dalam struktur otak manusia, terdapat banyak faktor lain yang mempengaruhi cara kita mengekspresikan perasaan batin. Pengaruh budaya, tekanan sosial, dan pengalaman di masa lalu akan membantu menciptakan ekspresi emosi.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *